Yayasan Bina Insan Kamil Tuban menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran Kreatif, Produktif, dan Islami pada Jumat-Sabtu, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Hall Yayasan Bina Insan Kamil Tuban. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 170 peserta yang terdiri atas guru TPA, KB, TK, SD, MI, SMP Techno, serta MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Workshop ini juga mengundang beberapa lembaga rekanan untuk turut serta mengikuti workshop tersebut, diantaranya perwakilan dari LPI Al-Azhar Mayong Lamongan, Pesantren Al Malikus Sholih 2 Sumbito Jombang dan Yayasan Al-Munawir Pedes Jombang.
Workshop menghadirkan Dr. Drs. Sugeng Rianto, M.Sc. sebagai narasumber yang memberikan wawasan sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Yayasan Bina Insan Kamil Tuban dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran secara inovatif, produktif, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Mengawali kegiatan, peserta mengikuti pembukaan yang diawali dengan dzikir jama’i dan sambutan dari pihak yayasan. Suasana workshop semakin bermakna dengan penguatan motivasi sebagai landasan semangat seluruh peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan agar para asatidz terus belajar dan beradaptasi sesuai zaman.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, perkembangan teknologi AI di dunia pendidikan, serta peluang dan tantangan implementasinya bagi guru. Materi kemudian dilanjutkan dengan teknik menyusun prompt yang efektif menggunakan formula Role-Task-Context-Output sehingga peserta mampu menghasilkan keluaran AI yang lebih tepat dan berkualitas.
Tidak hanya memahami teori, peserta juga berlatih memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas guru, mulai dari penyusunan buku ajar, administrasi pembelajaran, ATP, modul ajar, RPP, jurnal, hingga laporan pembelajaran. Workshop juga membahas pemanfaatan AI dalam penyusunan materi ajar, pembuatan soal HOTS, rubrik penilaian, dan LKPD. Sebagai penutup sesi hari pertama, narasumber menekankan pentingnya etika penggunaan AI, meliputi integritas akademik, keamanan data, validasi hasil AI, serta penegasan bahwa AI merupakan alat bantu yang tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik.
Memasuki hari kedua, peserta diajak mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam pembelajaran berbasis STEM dan Project Based Learning (PjBL). Berbagai contoh integrasi AI dalam proyek pembelajaran disajikan untuk memberikan inspirasi kepada guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual.
Selanjutnya, peserta mengikuti praktik mendesain aktivitas pembelajaran yang melibatkan eksperimen sederhana, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. Sesi berikutnya difokuskan pada penyusunan LKPD berbasis AI yang interaktif, mendukung pembelajaran berdiferensiasi, sekaligus mengakomodasi penilaian autentik.
Workshop juga memberikan bekal kepada peserta dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Narasumber mempraktikkan penggunaan AI untuk membantu menentukan ide penelitian, menyusun latar belakang, merancang instrumen penelitian, hingga mendukung penulisan karya ilmiah melalui penyusunan sitasi otomatis menggunakan Mendeley atau Zotero, penyusunan daftar pustaka, serta teknik parafrase akademik yang bertanggung jawab.
Sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan, setiap kelompok peserta mempresentasikan produk yang telah dikembangkan selama workshop. Berbagai inovasi pembelajaran berbasis AI ditampilkan sebagai bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Bina Insan Kamil Tuban berharap seluruh pendidik mampu menjadi agen transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan Artificial Intelligence diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas dan kreativitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat profesionalisme guru dalam menciptakan proses belajar yang inovatif, produktif, dan tetap berlandaskan akhlakul karimah.
Workshop ditutup dengan penuh antusiasme melalui sesi penutupan dan foto bersama. Semangat belajar yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan di era digital dapat diwujudkan melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi pendidik demi melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter Islami.






Leave a Reply